| Sumber: Antara News |
Harga minyak dunia anjlok ke level terendah sejak 2020 pada akhir 2025. Brent crude turun dari $75 per barel di awal tahun menjadi $62 di Desember 2025. Katalis utamanya bukan satu, tapi tiga: perjanjian damai Rusia-Ukraina yang menghilangkan risk premium geopolitik, OPEC+ yang terus membuka keran produksi, dan surplus global terbesar dalam sejarah. Bagi Indonesia yang merupakan net importir minyak, penurunan harga seharusnya menjadi kabar baik. APBN bisa bernapas lega. Tapi konflik Iran di Selat Hormuz pada Februari 2026 membalikkan arah. Apakah Indonesia sempat menikmati "berkah damai" atau itu hanya ilusi dua bulan?
Konteks: Tiga Kekuatan yang Menekan Harga
Perjanjian Damai Rusia-Ukraina. Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, harga minyak global menyimpan risk premium $7-10 per barel akibat ketidakpastian pasokan dan sanksi terhadap Rusia. Pada November 2025, proposal damai AS mulai mengubah ekspektasi pasar. Brent turun ke $63.17 pada November dan menyentuh $62.54 pada Desember setelah Trump dan Zelenskyy bertemu di Florida. Perundingan Paris pada Januari 2026 membawa kabar bahwa 90% kesepakatan sudah siap.
OPEC+ Membuka Keran. OPEC+ mempercepat pembukaan keran produksi pada April-Juni 2025. Total tambahan pasokan mencapai 960 ribu barel per hari dalam tiga bulan. Saudi memimpin langkah ini setelah bertahun-tahun menahan produksi sejak pandemi 2020.
Surplus Global Terbesar. International Energy Agency (IEA) memproyeksikan surplus minyak global mencapai 3.33-3.8 juta barel per hari pada 2026 — surplus tahunan terbesar dalam sejarah, melampaui bahkan masa awal pandemi 2020. Produksi non-OPEC (AS, Brasil, Kanada, Guyana) tumbuh 1.4 juta barel per hari pada 2025, sementara permintaan global hanya naik 740 ribu barel per hari.
Harga Minyak Dunia Merosot
Berdasarkan data EIA Short-Term Energy Outlook (STEO), rata-rata harga Brent crude pada 2025 adalah $69 per barel — turun 14% dari rata-rata 2024 yang sekitar $80. EIA awalnya memproyeksikan harga akan terus turun ke $56 pada 2026, sebelum konflik Iran mengubah peta.
| Diolah oleh Penulis |
Data SKK Migas mencatat lifting minyak Indonesia 2025 mencapai 606.000 barel per hari — melampaui target APBN. Namun konsumsi BBM nasional mencapai 1.4-1.7 juta barel per hari (Kementerian ESDM). Artinya, Indonesia harus mengimpor sekitar 800.000-1.000.000 barel per hari untuk menutup celah.
Volume impor minyak mentah Indonesia sepanjang 2025 tercatat 17,58 juta ton (BPS). Pada April 2026, impor migas mencapai US$1.933,5 juta, naik 17,58% dibanding April 2025. Impor minyak mentah sendiri naik 19,76%.
APBN: Asumsi Meleset, Tapi Sempat Berkah
APBN 2025 menggunakan asumsi Indonesian Crude Price (ICP) sebesar $82 per barel. Realisasinya? Rata-rata ICP Januari-Maret 2026 hanya $68 per barel (Kemenkeu.go.id). Selisih $14 ini berarti penghematan signifikan untuk APBN.
RAPBN 2026 lebih realistis: asumsi ICP dipatok $70 per barel — turun $12 dari tahun sebelumnya (Kemenkeu/DPR, Agustus 2025). Namun konflik Iran membuat rata-rata ICP tahun 2026 diproyeksikan lebih tinggi dari asumsi.
Trade surplus Indonesia pada April 2026 hanya $90 juta — terendah sejak April 2020 (BPS). Impor migas yang melonjak 85,52% menjadi penyebab utama menyusutnya surplus.
| Dari berbagai sumber, diolah oleh penulis |
Analisis: Empat Dimensi Dampak
Penurunan harga minyak sudah dimulai sebelum perjanjian damai dirundingkan. EIA sudah memproyeksikan Brent akan turun ke $56 pada Januari 2026 bahkan sebelum proposal damai November 2025. OPEC+ sudah membuka keran produksi sejak April 2025. Surplus global sudah diperkirakan sejak pertengahan 2025.
Perjanjian damai hanya mempercepat penurunan dengan menghilangkan risk premium perang. Tanpa damai pun, tren penurunan harga sudah terjadi akibat faktor struktural oversupply.
Momentum damai November 2025-Februari 2026 adalah jendela di mana Indonesia benar-benar diuntungkan. ICP realisasi $14 lebih rendah dari asumsi APBN. Setiap penurunan $1 per barel menghemat devisa impor sekitar $300-400 juta per tahun untuk Indonesia.
Dengan ICP rata-rata $68 (vs asumsi $82), penghematan APBN dari sisi subsidi BBM dan kompensasi mencapai triliunan rupiah. Namun konflik Iran pada akhir Februari 2026 menaikkan ICP ke $72-95, menutup jendela berkah tersebut.
Pada April 2026, Indonesia menandatangani kesepakatan impor 150 juta barel minyak mentah dari Rusia. Ironisnya, jika perjanjian damai Rusia-Ukraina terwujud penuh dan sanksi terhadap Rusia dicabut, harga minyak Rusia bisa naik karena permintaan global kembali pulih. Indonesia yang saat ini menikmati diskon minyak Rusia akibat sanksi justru bisa kehilangan diskon tersebut.
Paradoks: damai baik untuk stabilitas global, tapi bisa menghilangkan keuntungan yang dinikmati Indonesia dari situasi perang.
Asumsi ICP APBN cenderung optimistis: $82 untuk 2025 — sementara realisasinya $69 (rata-rata tahunan). RAPBN 2026 lebih hati-hati dengan $70, tapi konflik Iran membuat realisasi berpotensi lebih tinggi.
Fleksibilitas APBN menghadapi volatilitas harga minyak masih menjadi isu. Subsidi BBM yang membengkak saat harga naik, dan surplus yang menguap saat harga turun, menunjukkan Indonesia belum memiliki bantalan fiskal yang memadai untuk gejolak harga minyak.
Penutup
Minyak murah di tengah damai adalah berkah temporal bagi Indonesia. Efeknya nyata: APBN bernapas, devisa hemat, subsidi berkurang. Tapi jendela itu hanya terbuka dua bulan — November 2025 hingga Februari 2026 — sebelum konflik Iran mengubah arah.
Cerita sesungguhnya bukanlah tentang damai atau perang. Cerita tentang Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak hampir 1 juta barel per hari. Selama celah produksi-konsumsi selebar itu belum tertutup, Indonesia akan terus menjadi pengikut harga — bukan penentu nasib sendiri.
Sumber Data
EIA STEO Januari 2026 — https://www.eia.gov/outlooks/steo/archives/jan26.pdf
EIA STEO Juni 2026 — https://www.eia.gov/outlooks/steo/pdf/steo_text.pdf
EIA Today in Energy, Februari 2026 — https://www.eia.gov/todayinenergy/detail.php?id=67164
EIA Today in Energy, Q1 2026 Review — https://www.eia.gov/todayinenergy/detail.php?id=67424
EIA Press Release, Agustus 2025 — https://www.eia.gov/pressroom/releases/press573.php
SKK Migas lifting 2025: 606.000 bopd — https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/90208/skk-migas-bidik-lifting-minyak-sepanjang-2025-tembus-606-000-bopd/2
Kemenkeu ICP APBN 2025: $82, RAPBN 2026: $70, realisasi Jan-Mar 2026: $68 — https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/Menkeu-Sebut-Ekonomi-Indonesia-Posisi-Kuat
KEM PPKF 2027 Infografis — https://fiskal.kemenkeu.go.id/files/kemppkf/file/1781774660_kemppkf_infografis_2027-.pdf
BPS impor migas & trade balance — https://www.bps.go.id/id/pressrelease
IEA surplus 3.33-3.8M bpd — https://finance.yahoo.com/news/oil-prices-fall-to-4-year-low-below-55-as-supply-glut-shows-up-163301947.html
TradingEconomics harga Brent real-time — https://tradingeconomics.com/commodity/brent-crude-oil
UK Parliament Research Briefing CBP-10411 (timeline perjanjian damai) — https://researchbriefings.files.parliament.uk/documents/CBP-10411/CBP-10411.pdf
Konsumsi BBM Indonesia — https://migas.esdm.go.id/post/Impor-BBM-Bikin-Keuangan-Negara-Defisit