Pencarian Berita
Menu
Ekonomik Kesehatan Sosial Diksi Data Opini Tim Redaksi

PMII Semarang Serukan "Negara Sekarat, Pemerintah Penghianat" — Delapan Tuntutan Dilayangkan ke Rezim Prabowo-Gibran

Bowo Arifin Ryan Fanuchi

Juni 17, 2026 ⏱ Menghitung...

W F
Sumber: Istimewa

SEMARANG — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Semarang pada Rabu (17/6/2026) menerbitkan press release resmi yang mengecam keras pemerintahan Prabowo-Gibran. Mengusung narasi sentral "Negara Sekarat, Pemerintah Penghianat", PMII melayangkan delapan tuntutan kepada pemerintah pusat dan daerah atas kegagalan pengelolaan negara yang dinilai mencederai konstitusi dan mengorbankan kesejahteraan rakyat.

Krisis yang Memicu Perlawanan

Belum genap dua tahun menjabat, rezim Prabowo-Gibran dinilai PMII telah mempertontonkan ketimpangan prioritas kebijakan yang jauh dari amanat konstitusi. Kenaikan beban hidup, daya beli yang terus melemah, dan ruang partisipasi publik yang makin sempit menjadi indikator utama bahwa pemerintahan ini membutuhkan koreksi mendasar dan menyeluruh.

Selain itu, PMII menyoroti kerusakan ekologi di Jawa Tengah yang tak kunjung ditangani pemerintah pusat maupun daerah, serta kemiskinan struktural yang terus diproduksi oleh kebijakan yang abai terhadap hak atas tanah.

8 Tuntutan PMII Kota Semarang

Dalam rilis bernomor 187.PC-XLII.V-01.02-70.A-1.06.2026, PMII merumuskan delapan tuntutan terstruktur yang mencakup ranah fiskal, militerisme, pemberantasan korupsi, program populis, hingga keadilan ekologi dan agraria:

  1. Restrukturisasi APBN, segera turunkan harga BBM, dan pulihkan ekonomi rakyat.
  2. Revisi UU Polri dan UU TNI, kembalikan supremasi sipil, dan singkirkan militerisme dari ruang-ruang sipil.
  3. Hentikan praktik KKN dan segera sahkan UU Perampasan Aset.
  4. Evaluasi total program populis, secara khusus Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dinilai tidak efisien dan merugikan rakyat. Alihkan pendanaan tersebut untuk sektor pendidikan.
  5. Akui kegagalan secara terbuka, bersihkan kabinet pemerintahan dari pejabat inkompeten, pulihkan transparansi dan akuntabilitas nyata, serta prioritaskan kesejahteraan rakyat.
  6. Tuntut paksa tanggung jawab Pemerintah Pusat dan Daerah atas kerusakan ekologi dan kemiskinan struktural di Jawa Tengah.
  7. Kembalikan kepemilikan tanah kepada rakyat melalui skema Reforma Agraria sejati.
  8. Usut tuntas dan hentikan represifitas aparat terhadap rakyat
Tags: Politik

Baca Juga