Pencarian Berita
Menu
Ekonomik Politik Sosial Budaya Opini

Theme

Nalar Data
Home / Berita

Kualitas Udara Kota-Kota Indonesia

Nalar Data

Nalar Data

Juni 01, 2026

𝕏 W F
Data kualitas udara bisa terasa jauh dari kehidupan sehari-hari — sampai kita sadar bahwa udara yang kita hirup itulah yang sedang diukur. Data dari IQAir untuk tahun 2025 mencakup 26 kota di Indonesia beserta nilai rata-rata per bulan. Aturannya sederhana: semakin besar angkanya, semakin buruk kondisi udara di kota tersebut.
Data oleh Bowo/ Infografis oleh Notebooklm

Tidak Ada Kota yang Benar-Benar Bersih

Dari 26 kota yang tercatat, tidak ada satu pun yang masuk kategori udara bersih berdasarkan standar WHO. Rata-rata tahunan tertinggi dipegang Jakarta Selatan (74) dan Jakarta (74), diikuti Bandar Lampung (71). Angka-angka ini masuk kategori "Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif" hingga mendekati "Tidak Sehat."

Di ujung lain daftar ini, Sorong di Papua Barat tercatat paling rendah dengan rata-rata 34. Masih bukan angka yang ideal, tapi selisihnya dengan Jakarta cukup jauh.

Kota-kota di Jawa dan Sumatra secara umum punya nilai lebih tinggi dibanding kota-kota di Kalimantan, Sulawesi, atau Papua. Pola itu terlihat cukup konsisten di sepanjang data.

Jakarta dan Semarang: Dua Masalah yang Berbeda

Jakarta Selatan dan Jakarta berada di peringkat 932 dan 934 secara global — artinya, ribuan kota lain di dunia punya udara yang lebih baik dari ibu kota kita. Oktober 2025 menjadi bulan terburuk untuk Jakarta, dengan nilai 101.

Semarang punya cerita yang sedikit berbeda. Rata-ratanya 67, tapi rentang antara bulan terbaiknya dan terburuknya luar biasa lebar. Januari dan Februari mencapai 111 dan 106, sementara April–Agustus turun ke kisaran 27–44. Fluktuasi selebar itu tidak banyak terlihat di kota lain dalam daftar ini.

Bandung juga layak perhatian. Rata-rata tahunannya 60, tapi Februari-nya mencapai 112 — tertinggi dari seluruh kota dalam dataset untuk bulan itu. Reputasi kota sejuk ternyata tidak menjamin udara yang bersih, setidaknya di awal tahun.

Kota-Kota di Luar Jawa yang Relatif Lebih Baik

Sorong (34), Palangkaraya (47), dan Samarinda (48) adalah kota dengan kondisi paling baik dalam daftar ini. Ketiganya ada di luar Jawa dan Sumatra. Data ini tidak menjelaskan mengapa, tapi pola geografisnya cukup jelas untuk dicatat tanpa harus ditafsirkan lebih jauh.

Pola Bulanan: Pertengahan Tahun Lebih Bersih

Di banyak kota, nilai kualitas udara cenderung memburuk di Oktober–Januari dan lebih baik di pertengahan tahun. Jambi mencatat angka tertingginya di Desember (129) dan Oktober (108), sementara April–September jauh lebih rendah. Pola serupa muncul di Martapura, Pontianak, Bukittinggi, dan Semarang.

Ini sejalan dengan ritme musim di Indonesia. Tapi data ini tidak memberi tahu kita penyebab spesifiknya — apakah angin, hujan, aktivitas pembakaran lahan, atau kombinasi semuanya. Menarik hipotesis dari angka saja berisiko keliru.

Yang Bisa Kita Simpulkan

Rentang antara kota paling tercemar dan paling bersih dalam daftar ini adalah 74 vs 34 — bukan perbedaan kecil. Dan ini baru 26 kota; banyak daerah lain di Indonesia tidak terwakili sama sekali.

Kualitas udara adalah masalah kesehatan yang paling mudah diabaikan karena tidak kasat mata. Angka-angka ini tidak memberi tahu kita solusinya, tapi setidaknya kita tahu kondisinya lebih jelas dari sekadar "buruk" atau "lumayan."



Baca Juga