Pencarian Berita
Menu
Ekonomik Kesehatan Sosial Diksi Data Opini Tim Redaksi

Adu Harga BBM Non-Subsidi RON 95 di ASEAN, Di Mana Posisi Indonesia?

Bowo Arifin Ryan Fanuchi

Juni 10, 2026 ⏱ Menghitung...

W F

PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 pada hari ini, Rabu (10/6/2026). Kini Pertamax (RON 92) dijual dengan harga Rp 16.250 per liter dari sebelumnya hanya Rp 12.300 per liter. Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter.

Penyesuaian terbaru ini sontak membuat sebagian masyarakat mulai membandingkan harga bahan bakar di Indonesia dengan negara-negara lain, terutama di kawasan Asia Tenggara. Namun, jika kita melihat data global secara apples-to-apples khusus untuk kelas RON 95 — yakni bensin berkualitas standar internasional yang harganya mengikuti mekanisme pasar global — posisi Indonesia ternyata masih sangat bersaing.

Data terbaru per Juni 2026 membuka gambaran menarik mengenai peta harga BBM internasional setelah penyesuaian ini:

Dari Seharga Parkir Sampai Puluhan Ribu Rupiah

Secara global, kesenjangan harga BBM Non-Subsidi RON 95 antar negara sangatlah ekstrem. Berikut gambaran singkatnya:

Negara dengan RON 95 Termurah di Dunia:

  • Libya — Rp430/liter ($0,024)

  • Iran — Rp519/liter ($0,029)

  • Venezuela — Rp627/liter ($0,035)

Catatan Analisis: Harga di ketiga negara ini bukan cerminan pasar bebas. Libya, Iran, dan Venezuela adalah negara produsen minyak raksasa yang memberikan subsidi BBM besar-besaran kepada warganya sebagai bentuk "dividen" kekayaan alam. Jadi, harga ini tidak bisa dijadikan patokan wajar untuk negara lain.

Negara dengan RON 95 Termahal di Dunia:

  • Hong Kong — Rp73.669/liter

  • Malawi — Rp68.817/liter

  • Israel — Rp48.940/liter

Hong Kong menjadi yang termahal di dunia bukan karena kelangkaan pasokan, melainkan karena kebijakan pemerintah setempat yang menerapkan pajak tinggi untuk menekan jumlah kendaraan pribadi di wilayah yang padat.

Urutan Harga BBM Non-Subsidi RON 95

Berdasarkan data Juni 2026, berikut peringkat harga BBM Non-Subsidi RON 95 di kawasan Asia Tenggara, diurutkan dari yang termahal:

Sumber : globalpetrolprices / diolah oleh Bowo Arifin Ryan Fanuchi/ infografis oleh Notebooklm

  • Singapura (Pemimpin Pasar): Dengan harga Rp42.851/liter, Singapura menjadi yang tertinggi di ASEAN. Pemerintah Singapura sengaja menerapkan pajak BBM yang tinggi untuk membatasi kepemilikan kendaraan pribadi dan mendorong warga beralih ke transportasi umum massal.

  • Kelompok Menengah (Laos, Thailand, Kamboja, Myanmar, Filipina): Kelompok ini berada di kisaran Rp22.000–Rp31.000/liter. Harga mereka mencerminkan kondisi pasar regional yang relatif terbuka tanpa intervensi subsidi yang agresif.

  • Trio Papan Bawah (Indonesia, Malaysia, Vietnam): Tiga negara ini bersaing ketat di harga terendah kawasan. Meski Indonesia baru saja menaikkan harga Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000/liter, posisinya masih nempel ketat dengan Malaysia (Rp16.403/liter) dan Vietnam (Rp15.651/liter). Selisihnya tergolong tipis untuk ukuran BBM non-subsidi kelas dunia.

Ini Harga Pertamax Green 95, Bukan Pertalite

Satu hal yang wajib dipahami oleh konsumen di dalam negeri: angka Rp17.000 ini adalah harga komersial untuk Pertamax Green 95, yaitu produk BBM non-subsidi Pertamina dengan campuran bioetanol yang masuk dalam kategori RON 95.

Ini bukan harga Pertalite (RON 90) yang harganya masih ditahan oleh subsidi dan kompensasi pemerintah di angka Rp10.000. Perbandingan ini murni dipakai untuk melihat sejauh mana daya saing harga produk BBM berkualitas tinggi milik Indonesia ketika diadu langsung di pasar bebas internasional.

Indonesia Tetap Cukup Kompetitif

Kenaikan harga per hari ini memang memberikan dampak penyesuaian di dompet konsumen produk non-subsidi. Namun secara objektif, di level BBM Non-Subsidi kelas RON 95, posisi Indonesia yang diwakili oleh Pertamax Green 95 di harga Rp17.000/liter masih tergolong sangat kompetitif di kawasan ASEAN.

Harganya tidak terpaut jauh dari Malaysia dan Vietnam, serta masih jauh lebih murah dibandingkan Filipina, Thailand, apalagi Singapura. Ini menjadi indikator bahwa untuk urusan bensin berkualitas standar global yang mengikuti fluktuasi pasar, harga di Indonesia masih dalam batas yang wajar di tingkat regional. 🚗⛽


Tags: Ekonomi

Baca Juga